Menelusuri Kabut Hutan Pinus Mangunan dan Panorama Puncak Becici

Indonesia , Travel Guide , Yogyakarta / January 28, 2018


Jogja memang kota yang tempat wisatanya gak habis-habis. Semasa kuliah di Jogja, paling enggak dengan one day escape ke Gunungkidul, Kulonprogo ataupun Bantul, kita bisa explore tempat wisata baru karena alam kota ini yang beragam. Nah kali ini aku memilih untuk pergi ke daerah Dlingo, Bantul yang merupakan 1,5 jam perjalanan dari kota Yogyakarta. Jalan menuju Dlingo dari kota bisa dibilang sudah cukup bagus dan sudah beraspal.
 
Sayangnya, bulan Januari memang lagi puncak-puncaknya musim hujan! Saat itu, cuaca bisa dibilang lagi cukup labil. Kadang panas, kadang beberapa menit kemudian tiba-tiba langsung hujan deras. Tapi yaudah, modal nekat dulu deh, yang penting sudah bawa jas hujan dan bisa neduh kalau hujan sudah terlalu deras! Keamanan tetap nomor satu. 
 

Hutan Pinus Mangunan

Ternyata ada hikmahnya pergi ke sini ditengah cuaca hujan, karena jadi dapat Hutan Pinus Mangunan dengan suasana berkabut dan misty di siang hari, jarang-jarang! Awal perjalanan memasuki daerah Dlingo, kami dikelilingi nuansa pohon pinus yang asri di kiri-kanan kami, hingga seketika jalanan penuh kabut semua. Khawatir sih kalau bentar lagi kita yang cuma motoran ini disambut hujan. Ternyata daerah Hutan Pinus Mangunan ini sedang sebatas diselimuti oleh kabut, dapet banget suasana creepy-nya.
 
 

Kabut pun membuat nuansa depan pintu masuknya jadi keren

Warung-warung kawasan Hutan Pinus Mangunan

 

Lalu tiba-tiba angin datang dan meniup kabut-kabut itu pergi. Yah! Lanjut aja deh nyantai di daerah hutan pinus yang udah cerah. Walaupun udah gak berkabut, suasananya tetap adem banget.
 
 
 

 

Wilayah Hutan Pinus Mangunan ini sebenarnya luas banget, jadi kalau mau bisa lanjut lagi menelusuri jalanan buat cari spot yang lebih sepi, ataupun yang lebih unik kayak tempat manggung kayu hits ini. Sebelum sampai di Hutan Mangunan pun, kita melewati beberapa lokasi wisata di Dlingo seperti Rumah Hobbit dan Watu Goyang. Jadi lihat aja spot kiri-kanan jalan karena ada beberapa destinasi wisata yang berjejer sepanjang jalan!

 

Kapan bisa ke Hutan Pinus Mangunan saat kabut? 

Walau tidak ada waktu yang bisa diprediksi secara spesifik, waktu itu aku datang disaat musim hujan dimana hujan baru turun beberapa jam yang lalu. Namun, kalau tidak dapat kesempatan untuk merasakan kabut, katanya sih pagi hari merupakan waktu terbaik ke sini untuk menikmati suasana hutan dengan embun. Ditambah lagi adanya cahaya mentari pagi yang masuk ke sela-sela pepohonan.

 

Budget

Biaya masuk: Rp 2,500/orang

Biaya parkir: Rp 2,000/motor

 

Puncak Becici

 
Gak jauh dari Hutan Pinus Mangunan, ada Puncak Becici yang berjarak hanya 15 menit menggunakan kendaraan. Puncak Becici ini merupakan tempat yang terkenal karena view panorama pepohonan hijau dengan latar belakang Gunung Merapi dan Merbabu.
 
Puncak Becici bagus untuk didatangi kapan saja selama cuaca cerah, tapi yang recommended adalah saat sunset. Selain bisa melihat panorama dari gardu pandang, kita bisa juga camping ataupun photo hunting, karena di tempat ini banyak banget spot ala-ala buat foto yang dibangun oleh warga! Daerah wisata Puncak Becici sudah di kelola dengan cukup baik, sehingga cocok buat ke sini bareng teman maupun keluarga.
 
Sayangnya, begitu tapi saat kami nanjak sampai di Puncak Becici, tiba-tiba hujan! Gagal deh liat sunset disini dari gardu pandang. Well, better luck next time!
  

 

Melihat fenomena hujan yang udah setengah tumpah dari Puncak Becici

 

Budget

Biaya masuk: Rp 2,500/orang

Biaya parkir:

Rp 3,000/motor

Rp 10.000/mobil

Rp 20,000/bus

Biaya camping: Rp 5,000

Biaya gardu pandang: Rp 2.000,00/orang

 

Cheers,

Sabrina Anggraini