Pengalaman Mengikuti Pernikahan Adat Suku Pamona Poso di Sulawesi Tengah

Central Sulawesi , Jejak Petualang / September 1, 2020


 

Salah satu aspek menarik yang beberapa kali sempat diliput bareng Jejak Petualang, adalah tradisi. Mulai dari belis di NTT, arak-arakan sebelum pernikahan di NTB, hingga sekarang aku berkesempatan untuk mengikuti tradisi pernikahan adat Suku Pamona di Sulawesi Tengah.

Inti dari semua kegiatan pertunangan ataupun pernikahan yang ikuti pun tetap sama, hanya saja cara perayaannya berbeda. Dari situ saya melihat sendiri keanekaragaman budaya negeri ini yang memang penuh keunikan di setiap daerahnya. 

 

 

Di liputan pertama saya, kita menyorot tradisi Belis, yaitu tradisi mahar untuk menikahi Gadis NTT yang luar biasa banget. Laki-laki bisa memberi kuda, kambing sampai beragam makanan. Setelah itusaya dan tim JP pernah juga kegiatan arak-arak melepas masa lajang calon mempelai wanita di Bima. 

Kali ini saya mengikuti pernikahan Suku Pamona Poso di Sulawesi Tengah.

 

 

Arak-arakan menuju Pelaminan

 

Ramai-ramai saya berkumpul dengan keluarga besar dari kedua belah mempelai. Kami berangkat dari rumah mempelai wanita sambil arak-arakan menuju pelaminan bersama kedua pasangan.

Kami semua kebanyakan menggunakan pakaian khas Pamona. Saya sendiri senang banget bisa menggunakan baju tradisi berwarna merah yang terdiri dari topi (bentuknya seperti peci), baju kurung dengan pernak-pernik yang megah, hingga rok.

Ada lagu khas Suku Pamona Poso yang juga dinyanyikan sambil arak-arakan. 

Meski panas terik siang hari itu juga bukan main, tapi suasananya tetap meriah. 

 

Pelaminan

 

Makan-makan khas

 

Lihat disini untuk nonton liputan lengkapnya

JEJAK PETUALANG | Tradisi Khas Ala Suku Pamona (11/12/19) Part 3

 

Cheers,

Sabrina Anggraini