Ngemil Ulat Sagu Langsung dari Alam Bebas

Central Sulawesi , Jejak Petualang / October 18, 2020


 

 

Yep, you heard it right, ulat sagu!

Dari dulu program Jejak Petualang memang identik sama kegiatan-kegiatan ekstrim. Tapi kalau bicara kuliner ekstrim, salah satu “menu cemilan” yang jadi tradisi turun temurun yang harus dicobain sama host Jejak Petualang entah kenapa adalah ulat sagu!

Sampai saat aku masih berprofesi sebagai host, aku dibilang sendiri “belum afdol kalau belum makan ulat sagu”.

 

Jadi gimana nih cerita pengalaman pertama kalinya makan ulat sagu?

Saat itu aku sedang liputan di daerah Sulawesi Tengah, dan salah satu item yang kita liput adalah pengolahan ulat sagu menjadi makanan khas. Nah disitulah kita meliput proses untuk mencari ulat sagu ini langsung dari daerah perkebunan.

From this

 

To this

 

 

Dimana sih kita bisa nemuin ulat sagu?

Ulat sagu bisa ditemukan di pohon sagu yang sudah membusuk, makanya kita harus kuat nahan bau amisnya saat lagi mencarinya. Pohon-pohon yang sudah lapuk ini pun juga sangat lembab. 

Di tumpukan pohon yang antara lembab-basah itulah kita bisa menemukan ulat sagu dari yang ukurannya besar, hingga kecil. Pertama kali ngeliatnya…. bentukannya memang geli! Ulat-ulat ini kelihatan “kenyal” dan gemuk, tapi sitiulah aku makin penasaran dan tertantang, akhirnya bisa nyobain makanan ekstrim yang jadi khas program petualang ini! 

 

 

 

Rasanya? Hmm…

Pertanyaannya, mau tau rasa versi mentah, atau versi masak? 

Kalau mentah, rasanya malah manis kayak makan buah. Aneh kan? Aku pun juga kaget, kenapa rasanya bisa begitu.

Dan memang kalau makannya saat masih hidup ada sensasinya sendiri, karena persis sebelum aku gigit pun ulatnya masih goyang-goyang!

Kalau masak, tergantung masakannya. Kalau kali ini ini aku mengolahnya jadi menu olahan khas Sulawesi Tengah.

 

 Olahan Ulat Sagu

 

 

 

Bahan yang digunakan:

  • Kulit batang pohon
  • Bahan bumbu-bumbu dasar (bawang merah, bawang putih, tomat)
  • Cabai

 

 

Cara memasak simpel banget, tinggal ikutin 3 tahap ini.

  1. Ulek bumbunya menjadi satu, termasuk cabai
  2. Bungkus ulat sagu menggunakan kulit pohon. Kulit batang pohonnya ini memberi efek harum. Memang di alam aku belajar bahwa apapun bisa dimanfaatkan!
  3. Bakar ulat sagunya, kayak bakar sate. Simpel, kan?

 

 

Dan akhirnya karna sudah makan ulat sagu, aku sudah “resmi” menjadi host Jejak Petualang. Hahaha.

 

Penasaran kayak apa rasanya? Tonton dulu episode Jejak Petualang dimana aku makan ulat sagu!