Jalur Pendakian Gunung Prau via Jalur Igirmranak, Ada Terowongan Kemin

Central Java , Hiking / January 28, 2019


 
 
Awalnya kami berniat buat mendaki Gunung Sumbing, tapi karena jalur pendakian masih ditutup sehabis kebakaran hutan, kami banting setir sedikit ke gunung dengan lokasi terdekat.
 
Dan pilihan kita jatuh ke Gunung Prau.
 
Gunung yang memang udah terkenal di kalangan turis ini nggak terdengar asing lagi. Tapi tau nggak kamu kalo disana ada jalur baru yang belum lama di buka 2018 kemarin dan masih cenderung sepi pendaki? 
 

Ceritanya foto keluarga di atas gunung

 
 

Mendaki Gunung Prau via Igirmranak

Kali ini kita naik Prau via Igirmranak! Kenapa kita mau nyobain mendaki lewat jalur ini? 
 
  • Jalur ini baru buka bulan April 2018 kemarin, sehingga masih relatif baru dan sepi. Apalagi Prau terkenal sebagai Gunung yang rame, terutama jalur Patak Benteng yang kalau rame banget bisa aja “macet” di jalur pendakian.
  • Jarak tempuh mendaki via Igirmranak yang lebih lama dibanding Patak Benteng. Jarak tempuh dari basecamp ke puncak kurang lebih 4 jam kalau santai, dimana Patak Banteng hanya 2 jam. 
 

Perjalanan dari Jakarta – Purwokerto – Basecamp Igirmranak Gunung Prau

 

 
Karena rencana awal kita mendaki Gunung Sumbing dan keburu beli tiket kereta sampai Jogja, kami memutuskan untuk turun di Purwokerto ditengah perjalanan kereta kita dari Jakarta menuju Jogja. Begitu sampai di Stasiun Purwoketo jam 2 pagi, kita nunggu di masjid terdekat hingga dijemput waktu subuh. 
 

Dari Stasiun Purwokerto kita perjalanan ke Basecamp Igirmranak di “Purwokerto pinggir” selama kurang lebih 2 jam. 
 
 
 
 
Begitu mau sampai di basecamp, aku pun terbangun karena jedag-jedug kendaraan yang melewati jalanan nanjak dan berbatu. Tetapi begitu udah mau sampai di basecamp, kita disuguhkan pemandangan sawah yang kece.
 
 

Basecamp Prau via Igirmranak

 

 

Sesampai di basecamp, kita bersantai di tempat lesehan yang bisa di pake buat istirahat sebentar. Habis itu kita makan nasi bungkus di warung sebelah yang disajikan di rumah. Saking nyamannya, bikin nggak berasa kayak mau naik gunung, deh!
 
Biaya pendaftaran pendakian Gunung Prau Rp 7.000/orang. Kalau mau lintas jalur, kita perlu ngabarin Contact Person dari basecamp awal untuk memastikan bahwa kita aman-aman saja. Dan di pendakian ini, kita semua mau coba lintas jalur.
 
Fasilitas Basecamp Prau via Igirmranak:
  • Toilet yang bersih
  • Shower
  • Sewa barang (seperti senter, sleeping bag, dan lain-lain)
  • Tempat rekreasi seperti flying fox 
  • Masjid
 
 

Mulai Pendakian Gunung Prau via Igirmranak

Kita mulai pendakian jam 11 siang. Di awal perjalanan menuju Pos 1, tanjakan seketika bikin kita mendadak pemanasan. 
 
 

Kabut yang menyelimuti pemandangan sawah di awal pendakian

 
 

Pos 1 (Curug Gamelan) – (Pos 2 Bukit Cendani)

Di tengah-tengah pos 1 menuju pos 2, kamu bakalan ketemu jackpot dimana kita dihadapkan dengan dua jalur. Kalau mau lewat jalur yang lebih mudah, kita harus ambil jalur kiri a.k.a. ya g harus manjat yang lumayan effort! 
 
 
 
Yang iconic dari Prau via Igirmranak? Ranting-ranting yang dibentuk menjadi terowongan, atau nama lainnya terowongan kemin. Kemin adalah salah satu tanaman rempah yang biasa untuk membuat jamu atau obat – obatan. Kamu bakal ngelewatin beberapa terowongan yang tersusun dari kemin yang rapih. Terowongan ini sudah di susun oleh warga setempat saat sedang pembentukan jalur ini.
 
Karena keburu waktu makan siang, akhirnya kita berhenti di tengah-tengah jalur buat makan nasi bungkus yang kita beli di warung sebelumnya.
 

Pos 2 (Bukit Cendani) – Pos 3 (Puncak Roto Dowo) 

 

Surprisingly, di Pos 3 ada sinyal! Pas istirahat pun aku pun melakukan hal yang random, yaitu aku instagram live! Hahaha. Kapan lagi kan IG live dari gunung?

 

 
Nah, mendekati Pos 4, kamu bakal nemuin spot tanjakan kece yang worth untuk jadi tempat pemberhentian sejenak untuk menikmati pemandangan.
 
Berdoa aja awannya nggak nutupin view panorama tanjakan disana. Untungnya saat itu angin lagi berbaik hati sama kita dan niup si awan, jadi panoramanya keliatan lagi.
 

 

Dari sana tinggal nanjak sedikit lagi hingga sampai ke Pos terakhir sebelum Sunrise Spot yaitu Puncak Roto Dowo.

 

Pos 3 (Roto Dowo) – Camp Area Cemoro Tunggal

 
 
Lanjut jalan lagi menuju pos 3, dari Roto Dowo kirain bakal sedikit lagi sampe camp area, ternyata lumayan juga jauhnya.

 

Tapi untungnya kamu akan melewati rerumputan yang dipenuhi oleh bunga cantik berwarna pink dan putih. Alhasil kita stop bentar buat foto-foto di tengah kumpulan bunga-bunga tersebut!

 
 
 
  
 

Camp Area di Cemoro Tunggal

Sampai di pos terakhir, kita mendirikan tenda di Cemoro Tunggal. Sebenarnya kita bisa sih nanjak lagi ke arah sunrise spot, biar pagi-pagi nggak perlu banyak nanjak lagi. Cuma daerah camp Cemoro Tunggal memang lebih sepi, sehingga kita cari aja spot yang deket pohon dan bermalam disana.
 
 
 

 

Sunrise di Gunung Prau: Panorama Gunung Merbabu, Merapi, dan Sumbing dalam satu frame

 
 
 
Point of interest utama Gunung Prau? Tentu sunrisenya! 
 
Dari sunrise spot Gunung Prau, kita bisa ngeliat panorama 3 gunung sekaligus—yaitu Gunung Merbabu, Merapi, dan Sumbing
 
Kita berangkat dari basecamp jam 4 pagi mencari bukit yang nggak terlalu ramai buat menikmati sunrise, karena jujur memang sunrise di Gunung Prau ini banjir banget sama turis.
 

Menjelang terbitnya matahari

 

Teman-teman pendakian kali ini

 
 
 
 
 
 
Take time to explore the off-the-beaten-path spots, you will be surprised at the beauty you see!
 
 
 
 

Suasana Camp Cemoro Tunggal di Pagi Hari

 

 
 
 
 
 
 

Menu sarapan saat itu: pasta dan saos spaghetti!

 

Turun Pendakian via jalur Dwarawati

Kali ini kita lintas jalur via Dwarawati. Saat turun, kita lintas jalur dan turun lewat jalur Dwarawati, jalur terkenal yang start-nya dari Dieng.
 
Untung cerita detil tentang jalur itu, aku akan cerita di postingan yang berbeda, ya!