My Smile Journey: Veneer Komposit Demi Gigi Sehat Luar Dalam

Personal Journal / March 17, 2019


 

Disclaimer: This post is not a paid endorsement, I am writing based on my true thoughts and opinion.

 

Tulisan blog kali ini mungkin akan sedikit beda, namun menurutku patut di share karena aku bakal berbagi pengalaman hidup berarti yang mudah-mudahan bermanfaat buat teman-teman.

Aku akan bercerita tentang perjalanan aku mendapatkan senyumanku sekarang, senyuman yang bakal menemani aku mengekspresikan kebahagiaanku setiap traveling.

 

Liat nih, cengiran lebar pas jalan-jalan!

 

Awal mula perjalanan…

Dulu, saat SMP aku sempat pakai kawat gigi, atau yang kita kenal sebagai behel.

Karena penggunaan behel, tentu bentuk gigiku jadi lebih rapih.

Namun, sayangnya karena dulu aku kurang paham cara melakukan maintenance gigi yang baik, misalnya sikat gigi tidak sampai ke dalam sela-sela terkecil behelku. Alhasil, ketika aku lepas behel gigi ku jadi cenderung lebih berwarna kuning.

 

Nah ini dia penampakan aku pake behel. Dari tahun 2010! Jaman2 SMA. Hahaha :”)

 

Gigiku juga bisa dibilang rapuh, jadi lebih mudah untuk jadi berlubang. Pastinya gigi berlubang ini terasa nggak nyaman, karena aku harus berkali-kali kontrol ke dokter gigi untuk tambal gigi dan juga merasakan proses pemeriksaan yang benar-benar bikin capek.

Aku jadi paham kenapa ada quote “Lebih milih sakit hati apa sakit gigi?” Karena emang sakit gigi tuh bukan main! Hahaha.

Karena warna gigi ku pun menjadi lebih kuning dari sebelumnya, jujur ini memang bikin aku lebih gak pede.

 

Foto aku dengan behel lagi dari tahun 2010

 

Gara-gara kondisi itu, aku jadi jarang banget foto sambil nyengir lebar-lebar!

Dan itu berjalan sampai aku kuliah.

 

Mau senyum aja jadi lemes. Hahaha.

 

 

Awal muka kepikiran untuk veneer

Saat itu aku mau mengikuti ajang beauty pageant Puteri Indonesiadan sadar diri, aku benar-benar harus memperbaiki penampilan gigiku. Atas saran kak Artika Sari Devi, aku pun direkomendasikan untuk ke Escalade Dental. Awalnya aku pikir, wah, Escalade sudah biasa melakukan perawatan kepada Puteri sebelumnya dan juga banyak public figure, pasti budgetnya gak main-main nih! 

Tapi aku pikir-pikir, perawatan gigi ini bukan hanya dalam rangka mengikuti ajang apapun, tapi untuk seumur hidup aku. 

Ini merupakan investasi untuk kesehatanku.

 

 

Titik cerah setelah konsultasi dengan dokter

Aku dan drg. Astrid

 

Kita tau sendiri kalau veneer itu terkenal dengan muahal banget. Selain mahal, pasti kita takut kalau warna veneer gigi keputihan, ataupun terlalu besar sehingga menimbulkan efek veneer kita lebih besar.

 

 

Tapi jujur setelah aku konsultasi dengan Drg Astrid, founder dari Escalade Dental, beliau memberikan solusi yang cocok untuk gigiku yaitu melakukan veneer komposit. Dari situ aku tau kalau Escalade nggak main-main asal mau mengikis gigiku.

 

Satu hal yang aku pelajari dari treatment ini:

Healthy teeth needs to be healthy on the inside

Dan itulah yang dilakukan tim Escalade Dental untuk gigi aku! Prinsip mereka adalah gigi yang bisa dipertahankan, pertahkanlah. Veneer gigi harus benar-benar terlihat gigi asli aku.

Dan proses veneer ini ternyata juga bisa sekalian membehani gigi berlubang secara tuntas.

 

Apa itu veneer komposit?

Veneer jaman sekarang mungkin sering dilihat sebagai cara untuk mendapatkan gigi putih dan rapih secara cepat. Namun sebenarnya tujuan perawatan veneer itu buat bentuk gigi dan kesehatan juga, lho. Antara lain sebagai mengkoreksi diastema, atau celah antara gigi, memperbaiki gigi yang mengalami perubahan warna, dan emperbaiki bentuk gigi.

Poin penting yang aku pelajari adalah jangan asal kikis email gigi hanya untuk ditempel veneer karena email gigi itu adalah aset penting yang kita punya. Sekalinya di kikis tidak akan kembali lagi.

Dan akhirnya aku mengikuti proses veneer bersama Drg. Chicha. Dokter Chicha itu orangnya asik, terbukti lah dari foto dibawah ini!

Photoshoot setelah treatmen gigi berbulan-bulan

 

Untuk satu kali kunjungan, aku biasanya 2 gigi dengan waktu pengerjaan rata-rata 2 jam, tergantung dengan kondisi gigi. Kalau dirasa gigi aku itu ada bolong dan harus dibersihin lebih banyak lagi dan akan makan waktu lama. Kenapa? karena biar memastikan pas dipasang veneer nya, gigi sudah dalam keadaan benar-benar bersih.

Rasanya apa? NGILU! Tapi pas dikasih tau dokter kalau sudah total bersih dan siap di veneer, jadi lega.

Veneer jenis ini juga lebih terjangkau apabila dibandingkan dengan indirect, namun lebih mudah berubah warna dan tingkat ketahanannya tidak sekuat veneer porcelain yang dikerjakan di lab gigi. Makanya kita harus lebih merawatnya kedepannya.

 

 

Kenapa aku senang dengan pengalamanku di Escalade Dental?

Karena pertama, suasananya yang nyaman. Pas perawatan aku seringkali sambil nonton film di TV! Hehe. Dan kadang memang aku ketiduran aja sih pas diperiksa. Hehehe.

 

The results? Love it!

Photo by @andie_makkawaru

 

Jujur banyak banget orang yang bilang gigi ku itu bagus, dan ketika aku bilang kalau ini veneer, mereka pada kaget karena kelihatan sangat natural!

Dengan tujuan perawatan seperti di atas, maka seharusnya tidak semua orang cocok untuk perawatan veneer. Perawatan veneer tidak cocok untuk diterapkan pada pasien yang antara lain memiliki kondisi misalnya gigi yang sudah patah banyak banget (karena ini cocoknya langsung di crown), email gigi tidak memadai, mahkota pendek, dan masih banyak lagi. Dan kalau dipaksakan, bisa ada efek samping untuk gigi.

 

 

What does a smile mean?

Its a secret weapon to boost your confidence.

 

It helped me boost my confidence when I am on the final stage of Puteri Indonesia 2019.

 

Sejak itu, aku jadi jauh lebih percaya diri dengan diriku.

Aku merasakan kekuatan sesungguhnya dari sebuah senyuman.

Senyuman itu bukan hanya sesuatu yang kita “poles” dari luar aja. Tapi juga harus sehat dari dalam. Kalau udah sehat, otomatis yang diluar terpancar lebih baik.

Sama seperti pribadi kita juga. Cantik itu nggak hanya dari luar, tapi juga dari dalam hati.

 

 

A secret weapon to share your smile with your friends

 

Photo by @delfiandre @dsrdstudio @dsrdcreative

A secret weapon to laugh

 

A secret weapon to spread happiness just to anyone

 

Special thanks untuk Drg Chicha, Drg Astrid, dan Kak Tika yang sudah merekomendasikan aku untuk treatment disini!

 

Instagram: @escaladedental

Escalade Dental

Jl. Lingkar Mega Kuningan Blok 6 No. 2

Kuningan Timur 

 

 

 

Best,

Sabrina Anggraini