Pendakian Gunung Gede Pangrango via Cibodas, Banyak Objek Wisatanya

Hiking , West Java / May 18, 2019


 

Sebelumnya aku mau minta maaf karena udah lama banget sejak terakhir publish tulisan blog! Huhu.

Aku pun pengen lebih konsisten lagi buat bagi-bagi cerita perjalanan di blog ini. Semoga dilancarkan ya niatnya.

***

Nah, jadi aku lanjut mau cerita seputar perjalanan aku baru-baru ini nih. Kalau waktu itu aku ke Taman Nasional Gunung Gede Pangrango buat mampir ke wisata di Sukabumi, sekarang aku dapat kesempatan buat mendaki Gunung Gede.

Sebagai pendakian pertamaku di Jawa Barat, ada sensasi tersendiri ketika aku mendaki gunung ini. Yang paling terasa bedanya adalah cuaca yang cenderung lebih lembab, dan entah kenapa bikin lebih terasa rainforest vibes-nyaadem-adem sejuk gimana gitu. 

 

 

Pendakian Gunung Gede via Cibodas, Jalur yang Banyak “Bonusnya”

Kami pergi mendaki via Cibodas. Pendakian Gunung Gede Pangrango via jalur Cibodas adalah jalur utama dan paling favorit bagi para pendaki.

  • Jarak tempuh dari basecamp ke pos Kandang Badak (tempat kita memasang tenda) kurang lebih 8 jam. Ini kalau ditempuh dengan kecepatan santai.
  • Banyak bonusnya karena Cibodas cenderung landai, rasanya bakalan kayak nggak sampe-sampe karena terkesan panjang! Gara- gara ini, aku bisa bilang ini salah satu gunung yang menantang mental aku.
  • Sumber mata air berlimpah.
  • Kebanyakan jalan setapaknya itu dari batu, bukan tanah. Jadi kalau hujan hati-hati licin.
  • Banyak “warung dadakan”, termasuk di puncak.
  • Fasilitasnya cukup tersedia. Bahkan, kita baru tau kalau di pos terakhir tempat kita ngecamp, Kandang Badak, ada toilet dan musholla, ya walau seadanya sih. Tapi cukup lengkap bukan?
  • Yang paling aku suka: Banyak bonus objek wisatanya! Mulai dari air terjun, telaga biru, sampai jembatan panjang.

 

Apa aja sih objek wisatanya? Ini dia itinerary-nya.

 

1. Basecamp Cibodas – Pos 2 (Pondok Pemandangan)

Waktu tempuh: 2 jam

 

Pohon besar nan cantik yang mengelilingi rute kita

 

Dari basecamp sampai pos kedua itu rasanya trek landai yang paling panjang. Saking landainya, kamu bakal ngerasa kayak gak sampai-sampai, hahaha.

Walaupun begitu, jalur ini cenderung lebih ramai pengunjung karena kita akan satu rute sama orang-orang yang mau trekking sampai ke wisata Air Terjun Cibeureum. 

Dalam perjalanan menuju Telaga Biru kamu juga bakalan disuguhi pemandangan fauna khas hutan pegunungan serta pohon-pohon besar.

 

Kalau kamu beruntung, kamu bisa ketemu hewan Owa Jawa! Sayangnya waktu itu aku kurang beruntung~

 

Telaga Biru

 

Pose dulu di depan Telaga Biru

 

Di tengah trekking kamu bisa berhenti sejenak buat menikmati pesona Telaga Biru di kaki Gunung Gede Pangrango. Konon katanya plantae di telaga ini yang mengandung zat berwarna biru, sehingga membuat efek kalau warna airnya berubah jadi biru.

Kalau mau kesini aja dan nggak mendaki gunung, kalian juga bisa loh. Nanti di depan bakal baru ada pemisah antara pendakian Gunung Gede & objek wisata Air Terjun Cibeureum. 

Di seberang Telaga Biru juga ada pos bayangan yang jualan makanan dan minuman ala warung. 

 

Istirahat dulu di jalan

 

Jembatan, Perbatasan Air Terjun Cibeureum & Rute Pendakian Gunung Gede

Nah setelah air terjun, kita bakal langsung ketemu perbatasan Air Terjun Cibeureum & Rute Pendakian Gunung Gede.

 

 

Disinilah batas yang memisahkan wisatawan yang niatannya hanya sampai air terjun dan para pendaki. Buat yang nggak bawa perlatan pendakian dilarang lanjut ke rute pendakian Gunung Gede, karena tentunya juga udah harus booking.

 

Setelah perbatasan rute inilah, rasanya rute makin berat!

Walaupun begitu, akan ada beberapa pos bayangan selama dijalan.

 

2. Pos 2 (Pondok Pemandangan) – Pos 3 (Kandang Batu)

Waktu tempuh: 3 jam

 

 

Jalanan pun udah mulai terasa lebih terjal dari sebelumnya. Tapi jujur aja aku malah lega, karena tandanya bakal lebih cepet sampe. Nggak kayak jalur sebelumnya yang landai dan rasanya nggak sampe-sampe. Hahaha.

 

Air Panas Gunung Gede – 2143 mdpl

 

Ada objek wisata berupa air panas Gunung Gede, dimana seperti namanya, airnya beneran hangat, bahkan bisa buat berendam.

Disini mau nggak mau kita bakal ngelewatin air terjun panasnya. Harus hati-hati, karena sebelah kanan kita bakal ada jurang. Untungnya sudah disediakan pagar kecil yang menyangga jurang dan alat bantu tali buat lewat. Sambil lewat pun uap dari air panas itu terasa banget, jadi makin gampamg keringetan.

Pokoknya kalau disini, hati-hati kepeleset, deh!

Kalau mau, kamu juga bisa berendem di air panas.

Tips: Saat turun gunung, hindari melewati air panas ini saat sudah gelap karena cukup bahaya kalau terpeleset.

 

 

3. Pos 3 (Kandang Batu) – Pos 4 (Kandang Badak)

Waktu tempuh: 2 jam

 

Namanya doang kok badak, tapi aslinya nggak ada, haha!

 

Selama di perjalanan, kamu bakal papasan sama satu air terjun yang airnya segar. Bisa banget nih berhenti sejanak, ataupun refill minuman kamu disini.

 

 

Jalanan setelah itu akan semakin terjal, sampai akhirnya kamu bakal nemuin jalanan yang cukup landai deket-deket ke Kandang Badak.

 

4. Camping di Kandang Badak

 

 

Perubahan Rencana

Tadinya kita mau ngecamp di Surya Kencana, yang tandanya harus ngelewatin puncak gunung sambil bawa carrier, dan turun lagi ke savana.

Cuma melihat bahwa jarak dari basecamp Kandang Badak ke summit cukup lama dan hari keburu gelap. Daripada paksain summit sambil bawa carrier dan pasang tenda malem-malem, kita memilih untuk ngecamp di Kandang Badak.

Memang ya, kalau naik gunung itu harus mengesampingkan ego dan utamakan keselamatan!

 

Beberapa catatan kalau kamu camping di Kandang Badak:

  • Suhu nya yang nggak terlalu dingin karena dikelilingi pepohonan. Sementara kalau di Surya Kencana, katanya sih dinginnya jauh lebih minta ampun. Wajar sih, karena bentuknya memang seperti padang savanna ya. 
  • Kandang Badak juga tempat camping favorit orang-orang yang mendaki di cibodas. Waktu itu kita sampai sore hari, udah rame banget dengan tenda-tenda. 
  • Ternyata ada fasilitas toilet dan musholla disini. Jangan lupa bayar, ya!

 

 

 

 

5. Pos 4 (Kandang Batu) – Puncak Gede

Waktu tempuh: 2-3 jam

 

Summit attack situation

 

Setelah bermalam di Kandang Badak, kita summit attack dari pagi bolong sekitapagi jam 2. Saat menanjak, kalau udah mencium bau belerang kawah itu rasanya udah mencium bau-bau kemenangan, a.k.a. bentar lagi sampai puncak.

Nah disini juga kalian bakal ketemu tulisan pilihan mau ke puncak Gunung Gede atau ke Gunung Pangrango dan menentukan pilihan kalian, mau ke puncak yang mana.

 

 

Diambil saat turun gunung dimana udah terang

 

5. Puncak Gunung Gede 2.958 mdpl

 

 

Kami tiba di puncak Gunung Gede sekitar jam 5 pagi, pas banget matahari udah mulai menampilkan warna kemerahannya.

 

 

Dibanding melihat sunrise dari puncak, kita memilih suatu spot yang menurut kami lebih bagus untuk melihat sunrise, karena dari situ dapat pemandangan Puncak Pangrango, kawah, dan juga sunrise.

 

 

 

Dan tau nggak sih? Di puncak Gunung Gede pun ada warung. Berasa mewah banget nih!

 

Nah, buat kalian yang gak capek-capek kayak kita… 

Ada bonus atraksi, nih! Alun-alun Surya Kencana

Kalau belum puas dari puncak, kalian juga bisa turun sebentar dari puncak selama 30 menit ke alun-alun Surya Kencana buat nikmatin keindahannya. Asli deh, Surya Kencana cantiknya di atas ekspektasiku. Konon tempat ini juga tempat favoritnya Seo Hok Gie saat dulu sering mendaki.

 

Nah biar post ini gak kepanjangan, aku bakal bahas lebih tuntas di blog post yang terpisah aja, yak! Ditunggu tulisannya~

 

~BONUS~

Saat hari sudah terang, dan kita mau turun, kagetlah kita melihat bentukan asli jalur turunnya. Pantes pegel~

Memang kalau udah makin dekat ke summit, terjalnya makin ampun deh.

Tapi ada satu plot twist, nih!

Jadi ketika naik, memang pas mendekati summit ada pilihan mau naik jalur biasa atau jalur alternatif. Kita sih pilih jalur biasa karena dari namanya “jalur alternatif” udah mengerikan yah.

 

 

Rock Climbing di Tanjakan Setan

Nah pas kita turun rute, ternyata kita salah ambil jalur dan jadinya lewat jalur alternatif yang notabene lebih terjal dan lebih jarang dilewati orang. Sampai kita baru tau kalau kita harus sedikit rock climbing di jalur ini!

Padahal orang mah udah pengen cepat-cepat sampe tenda aja ya biar cepet istirahat. Tapi ini malah nyasar dan jadi lebih panjang perjalanannya. Gapapa deh, at least dapat cerita!

Jadi recommended, nih, buat yang mau tantangan lebih advanced di pendakiannya di Gunung Gede!

 

 

 

Jadi pokoknya yang mau mendaki gunung sambil ngerasain banyak bonus objek wisata, cuss ke Gunung Gede Pangrango via Cibodas, deh! 

 

Best,

Sabrina Anggraini



  • Si Klimis

    Wah kece kece banget pemandangannya, dan Terima kasih karena tulisannya informatif sekali.

    • theclassicwanderer

      Thank you 🙂

  • Bayu Wisnu

    Maaf mbak sedikit koreksi, tempat favoritnya mendiang Soe Hoek Gie itu taman Mandalawangi di bawah pangrango, sekilas sih mirip sama Surya kencana memang

  • Jaka Jaka

    Yang hiking di Mahameru boleh juga tuh di share, Saya orang Malang, tinggal di Jakarta…tidak pernah ke Mahameru..

  • Jhon

    Mau tanya dong.. untuk buat surat keterangan sehat, kalau lewat Cibodas bagaimana yah? Katanya harus di klinik Edelweis Tngp, itu dimana yah?